Langsung ke konten utama

Gelorakan Semarak 17 Agustus ala Desa Babakan Gebang



Apa yang terlintas dibenak kita ketika bulan Agustus telah tiba? Ya, sebagian besar dari kita akan memandang pada satu topik. Perayaan kemerdekaan 17 Agustus. Ada banyak cara memeperingati haru ulang tahun Indonesia. Mulai dari upacara sampai dengan perlombaan hingga acara-acara pendukung yang dapat menambah kesemarakan perayaan kemerdekaan negara kita

Nah karena itulah hampir disetiap tempat, nuansa 17 Agustus dapat terasa. Di Desa-desa umbul-umbul merah putih bisa kita lihat disana sini. Bendera-bendera juga dipancang disetiap depan rumah warga. Semua dilakukan sebagai bentuk kecintaan kita untuk negeri sendiri

Desa Babakan Gebang Kabupaten Cirebon adalah salah satunya. Desa yang terletak di Kecamatan Babakan ini jadi salah satu desa dengan semarak perayaan 17 Agustus paling heboh. Hal itu bisa kita lihat dari semaraknya warga menyambut perayaan setahun sekali ini

Bahkan, karang taruna Wijaya Kusuma yang jadi motor penggerak kegiatan Desa Babakan Gebang mengadakan sejumlah acara menarik. Setidaknya ada beberapa acara yang mampu menyedot perhatian warga sekitar untuk turut serta memeriahkan acara.



Diawal, Karang Taruna Wijaya Kusuma yang bekerjasama dengan Pemdes Babakan Gebang mengadakan kompetisi Bulu Tangkis. Olahraga yang selalu menyumbang prstasi bagi Indonesia ini nyatanya memikat banyak atlet lokal untuk turut ikut ambil bagian. Terbukti kompetisi bulu tangkispun sukses digelar

Tidak sampai disitu, sederet acarapun sudah disiapkan demi perayaan 17 Agustus yang jauh menyenangkan. Tercatat, pada Minggu 26 Agustus mendatang, acara seperti Festival Band, Pencak Silat, Penampilan Degung, Tarian Daerah hingga ditutup denganKarnaval Kostum Unik akan digelar. Jaminan acara seru sudah tentu didepan mata

Jadi bagi anda warga Cirebon dan sekitarnya, sempatkan hari Minggu anda untuk mampir ke Desa Babakan Gebang dan menyaksikan sejumlah acara yang semakin membuat anda cinta Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kala Pianis Asal Garut Harumkan Nama Indonesia di Kompetisi Dunia

Ada sekitar 2000 lampu bergelantung yang mengilat asal Austria, marmer-marmer kokoh pemberian Italia, cermin jumbo kualitas terbaik dari Belgia, pohon dedalu yang rimbun hibahan Kerajaan Britania Raya dan tentunya bangunan megah khas negeri adidaya. Disebuah bangunan kesenian bersejarah paling prestisius di Amerika Serikat itu, seorang pria kelahiran Garut melangkah, dengan setelan jas rapih dan rambut klimis, dia berhasil masuk dengan tepuk tangan yang riuh dan keluar dengan membuat seisi bangunan terpukau. Siapa dia sebenarnya? Barangkali bagi mereka yang menggemari dunia kesenian, akan sangat memimpikan tampil di John F Kennedy Center. Sebuah simbol kesenian masyarakat Amerika yang dibangun tepat di jantung negara, Washington DC. Setiap hari, kegiatan berkesian digaungkan disana. Ada banyak musisi yang tampil dan ada lebih banyak penonton yang melihat. Dari banyak musisi yang berhasil tampil disana. Barangkali Kasyfi Kalyasyena adalah musisi pertama asal Indonesia yang...

Review Film Parasite : Komedi Satir yang Terasa Begitu Getir

Sam Mendes, Quentin Tarantino dan Todd Philips memasang wajah tegang. Semua terdiam menanti aktris kawakan, Jane Fonda mengumumkan film terbaik di tahun 2020. Sedetik kemudian Jane berucap “ and oscar goes to Parasite ” Semua orang terhenyak kemudian bertepuk tangan atas kemenangan Film Asia pertama dalam sejarah Academy Award. Malam itu bukan Sam Mendes bukan Quentin Tarantino apalagi Todd Philips yang berdiri diatas podium dan menggenggam piala emas bernama Oscar. Tapi, seorang pria dengan rambut kribo yang terbang selama 11 jam dari Korea Selatan menuju Amerika. Dia adalah Bong Joon-Ho. Manusia paling mengejutkan dalam dunia perfilman tahun 2020 Bong Joon-Ho berdiri. Tertawa lepas, ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaanya. Malam itu, Asia merajai Amerika. Merajai dunia. Dan sejarah itu tertulis atas nama film Parasite. Terlepas dari mengejutkannya film Parasite menjuarai Academy Award untuk kategori film terbaik. Banyak orang sebetulnya sudah memprediksinya. Tapi, siapa yang san...

Mari Buat Simpul dan Buat Stunting Jadi Tumpul

14 Oktober 2016 pagi. Lia saya sudah masuk ruang operasi. Sejak semalam sebelumnya dirinya tak bisa tidur, kandungan yang ada dalam rahimnya sudah tak betah. Ia ingin segera melihat dunia. Dan pagi itu adalah harinya. Setelah kesulitan melahirkan dengan normal. Lia memutuskan untuk ambil tindakan operasi caesar. Operasi berjalan lancar. Bayi lucu itupun lahir kedunia. Kelak, dia dinamai Ghayda Shanum Athaya Ghayda yang kini sudah nyaris berusia dua tahun tumbuh dengan begitu mengaggumkan. Maksdunya, diusia yang belum genap 24 bulan, Ghayda sudah bisa melakukan banyak hal. Dari mulai berhitung, menyebut dan membedakan warna, hingga daya ingatnya yang benar-benar membuat orang sedikit banyak terkagum. Lia sang ibu memang ibu masa kini, dia melakukan banyak hal agar kandungan yang dia miliki tetap sehat. Bahkan ketika Ghayda telah lahir, asupan gizi yang dia beri bisa dibilang teramat cukup dengan kualitas yang teramat baik. Lia bahkan bisa tegas untuk menolak susu formula...